Cegah Penyebaran Virus Corona, Larangan Mudik Resmi Diadakan
May 8, 2020

Larangan Mudik: Cegah Penyebaran Virus Corona

By fasha

Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan kegiatan mudik. Dengan begini, diharapkan dapat memperkecil kasus virus corona. Usulan ini akhirnya diberlakukan oleh Pemerintah, dengan menyusun Peraturan Pemerintah (Perpress) sebagai panduan hukum untuk mengatur kegiatan mudik di Hari Raya Lebaran 2020. Sehingga, virus corona ini tidak menyebar luas ke setiap wilayah – wilayah Indonesia.

Namun sayangnya, sudah ada sebagian masyarakat di Indonesia yang berpergian untuk mudik. Sudah ada ribuan orang tercatat, menggunakan angkutan umum untuk berpergian ke kampung halaman. Sejumlah kepala daerah meminta kepada seluruh warga, untuk menjalankan protokol kesehatan yang sudah dibuat oleh pemerintah.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluarkan maklumat untuk melarang warga Jawa Barat melakukan mudik. Masyarakat sudah tidak diperbolehkan, untuk keluar masuk Jawa Barat dengan tujuan mudik.

Empat poin dari maklumat tersebut adalah:

  1. Dilarang untuk mudik ke kampung halaman di tengah pandemic Covid – 19.
  2. Barangsiapa memaksa untuk mudik akan otomatis berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan)
  3. Jika statusnya ODP, maka harus mengisolasikan diri selama 14 hari.
  4. Kepolisian Jawa Barat, mengambil tindakan hukum jika orang status ODP tidak melakukan isolasi diri.

Pemerintah pusat telah mengeluarkan keputusan mengenai pengaturan larangan mudik. Sejak 24 April 2020 lalu, kegiatan mudik atau pulang kampung dilarang sehingga jika ada yang melanggar akan ditindak lanjuti oleh aparat keamanan.

Larangan yang telah dibuat ini tidak hanya berlaku di daerah yang menerapkan PSBB, namun untuk seluruh masyarakat Indonesia. Larangan ini, akan berlaku hingga Lebaran jika kasus penyebarannya masih tinggi.

Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, dan pegawai BUMN dilarang untuk mudik. Jika melanggar peraturan ini, maka akan mendapatkan sanski seperti penundaan kenaikan gaji selama setahu, dan penundaan kenaikan pangkat selama setahun.

Dengan adanya status darurat virus corona ini berlangsung hingga 29 Mei 2020 nanti, maka kemungkinan anda dan keluarga akan melaksanakan dan melakukan shalat Tarawih di rumah. Tetapi anda bisa melakukannya, sambil melakukan video call bersama anggota keluarga.

READ  Olahraga Yang Bisa Kamu Lakukan Walaupun Dirumah Aja

Anda juga bisa mengirimkan THR ke kampung halaman melalui transfer untuk orangtua dan kerabat. Lalu memberikan hadiah, seperti belanja di berbagai E-commerce karena banyaknya diskon – diskon Ramadhan.

Lalu, anda bisa mengalokasikan ongkos pulang kampung untuk keperluan lainnya. Misalnya digunakan untuk menabung berjangka, membuka rekening deposito. Hal ini akan bermanfaat, dan membuat anda menjadi lebih produktif, sekaligus bermaanfaat untuk jangka Panjang.

Jika ada sisa keuangan dari pengeluaran Ramadhan dan Lebaran, maka kita bisa melakukan donasi. Walapun dengan kondisi seperti ini, badan zakat dan sedekah masih tetap bekerja. Apalagi keadaan seperti ini banyak sekali orang membutuhkan bantuan, sehingga anda bisa mencoba mengalokasikan dana tersebut untuk disalurkan menjadi donasi ke badan – badan atau organisasi kemasyarakatan.